zakat menurut istilah

Halo selamat datang di konet.co.id. Pada kesempatan ini, kita akan mengulas tuntas perihal zakat, salah satu rukun Islam yang merupakan kewajiban penting bagi setiap muslim.

Zakat kerap kali dimaknai sebagai bentuk sedekah, padahal hal ini tidak sepenuhnya benar. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang zakat menurut istilah, ketentuannya dalam Islam, serta implikasinya bagi kehidupan bermasyarakat.

Pendahuluan

Zakat merupakan salah satu pilar dalam ajaran Islam yang memegang peranan krusial dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dan ekonomi umat. Kewajiban ini tercantum dalam Al-Quran surat At-Taubah ayat 60 yang berbunyi: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.” Ayat ini menegaskan kewajiban setiap muslim yang memenuhi syarat untuk menunaikan zakat.

Secara etimologi, kata “zakat” berasal dari bahasa Arab yang berarti “suci” atau “bersih”. Zakat dimaknai sebagai sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim yang memenuhi syarat kepada golongan yang berhak untuk mensucikan diri dari sifat kikir dan menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama.

Dalam konteks sosial, zakat berperan sebagai katalis dalam pemerataan kesejahteraan masyarakat. Dana zakat yang dikumpulkan dari orang-orang kaya dan mampu disalurkan kepada fakir miskin, anak yatim, orang-orang yang berjuang di jalan Allah, dan para musafir yang terlantar. Dengan demikian, zakat tidak hanya membersihkan harta secara materi, tetapi juga menyucikan jiwa dari sifat tamak dan menumbuhkan sikap berbagi.

Selain itu, zakat juga memiliki implikasi ekonomi yang signifikan. Pengumpulan dana zakat menciptakan perputaran ekonomi yang berdampak positif bagi masyarakat. Dana tersebut dapat digunakan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan, seperti pembangunan rumah sakit, sekolah, dan sarana infrastruktur lainnya, sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Ketentuan Zakat

Ketentuan zakat telah ditetapkan secara jelas dalam ajaran Islam. Zakat wajib dikeluarkan dari jenis harta tertentu yang telah mencapai nisab, yaitu batas minimal kepemilikan. Jenis harta yang wajib dizakati antara lain emas, perak, uang tunai, harta dagangan, hasil pertanian, dan hewan ternak.

Nilai zakat yang dikeluarkan bervariasi tergantung pada jenis harta yang dimiliki. Untuk emas dan perak, kadar zakat yang wajib dikeluarkan adalah 2,5%. Sementara untuk hewan ternak, kadar zakat ditentukan berdasarkan jenis dan jumlah hewan yang dimiliki.

Penyaluran zakat juga diatur secara khusus. Golongan yang berhak menerima zakat tercantum dalam Al-Quran surat At-Taubah ayat 60, yaitu fakir miskin, anak yatim, orang-orang yang berjuang di jalan Allah, dan para musafir yang terlantar.

Kelebihan Zakat

Zakat memiliki banyak kelebihan bagi individu dan masyarakat. Berikut adalah beberapa kelebihan zakat:

1. Mensucikan Harta dan Jiwa

Zakat membersihkan harta dari sifat kikir dan menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama. Dengan menunaikan zakat, seorang muslim tidak hanya mengeluarkan sebagian hartanya, tetapi juga menyucikan jiwanya dari sifat-sifat tercela.

2. Pemerataan Kesejahteraan

Zakat berperan sebagai alat pemerataan kesejahteraan masyarakat. Dana zakat yang dikumpulkan dari orang-orang kaya dan mampu disalurkan kepada fakir miskin dan golongan yang berhak, sehingga menciptakan keadilan dan mengurangi ketimpangan sosial.

3. Pertumbuhan Ekonomi

Pengumpulan dan penyaluran zakat dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Dana zakat dapat digunakan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan yang berdampak positif bagi masyarakat, seperti pembangunan rumah sakit, sekolah, dan sarana infrastruktur lainnya.

4. Menghapus Kemiskinan

Zakat merupakan salah satu solusi untuk menghapus kemiskinan. Dengan menunaikan zakat, fakir miskin dan golongan yang berhak dapat memperoleh bantuan finansial yang dapat meningkatkan taraf hidup mereka.

5. Meningkatkan Kualitas Hidup

Zakat dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Dana zakat dapat digunakan untuk membiayai layanan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial, sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat, cerdas, dan sejahtera.

6. Mengurangi Kejahatan

Zakat dapat mengurangi kejahatan dengan menyediakan bantuan finansial kepada masyarakat yang membutuhkan. Ketika masyarakat memiliki kebutuhan dasar yang terpenuhi, mereka cenderung tidak melakukan tindakan kriminal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

7. Memperkuat Ukhuwah Islamiyah

Zakat memperkuat ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama muslim. Dengan menunaikan zakat, umat Islam diajarkan untuk berbagi dan peduli terhadap kesejahteraan saudara-saudara mereka, sehingga memperkuat tali persaudaraan dan menciptakan rasa kebersamaan.

Kekurangan Zakat

Zakat juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

1. Tidak Semua Muslim Menunaikan Zakat

Tidak semua muslim menunaikan zakat, sehingga dana yang terkumpul mungkin tidak optimal. Hal ini dapat berdampak pada kurangnya dana untuk membantu golongan yang berhak.

2. Penyaluran Zakat yang Tidak Tepat

Penyaluran zakat yang tidak tepat dapat mengurangi dampak positif zakat. Dana zakat harus disalurkan kepada golongan yang benar-benar berhak, namun terkadang hal ini tidak terlaksana dengan baik.

3. Ketidakadilan dalam Penyaluran Zakat

Dalam beberapa kasus, penyaluran zakat dapat tidak adil. Golongan yang berhak terkadang tidak mendapatkan bantuan yang layak, sementara golongan yang kurang berhak justru mendapatkan bantuan yang lebih besar.

4. Potensi Penyalahgunaan Zakat

Dana zakat berpotensi disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga penyalur zakat.

5. Kompleksitas Perhitungan Zakat

Perhitungan zakat dapat menjadi kompleks, terutama untuk jenis harta tertentu. Hal ini dapat menyulitkan sebagian masyarakat untuk menunaikan zakat dengan benar.

6. Penolakan Terhadap Zakat

Dalam beberapa kasus, zakat ditolak oleh golongan yang berhak. Hal ini dapat terjadi karena kesalahpahaman atau karena mereka merasa tidak membutuhkan bantuan.

7. Dianggap Bentuk Pajak

Zakat terkadang dianggap sebagai bentuk pajak oleh sebagian masyarakat. Hal ini dapat mengurangi motivasi mereka untuk menunaikan zakat secara sukarela.

Tabel Zakat

Jenis Harta Nisab Kadar Zakat
Emas dan Perak 85 gram (emas)/595 gram (perak) 2,5%
Uang Tunai dan Simpanan Setara dengan nisab emas atau perak 2,5%
Harta Dagangan Setara dengan nisab emas atau perak 2,5%
Hasil Pertanian 5 wasaq (653 kg) 10% (jika diairi) / 5% (jika tidak diairi)
Hewan Ternak Kambing/Domba: 40 ekor
Sapi/Kerbau: 30 ekor
Unta: 5 ekor
Kambing/Domba: 1 ekor
Sapi/Kerbau: 1 ekor
Unta: 1 ekor

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan zakat?

Zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim yang memenuhi syarat kepada golongan yang berhak untuk mensucikan diri dari sifat kikir dan menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama.

2. Siapa saja yang wajib menunaikan zakat?

Semua muslim yang memenuhi syarat, yaitu beragama Islam, baligh (dewasa), berakal sehat, dan memiliki harta yang mencapai nisab.

3. Apa saja jenis harta yang wajib dizakati?

Jenis harta yang wajib dizakati antara lain emas, perak, uang tunai, harta dagangan, hasil pertanian, dan hewan ternak.

4. Bagaimana cara menghitung zakat?

Cara menghitung zakat tergantung pada jenis harta yang dimiliki. Untuk emas dan perak, kadar zakat yang wajib dikeluarkan adalah 2,5%. Untuk hewan ternak, kadar zakat ditentukan berdasarkan jenis dan jumlah hewan yang dimiliki.

5. Kepada siapa saja zakat boleh disalurkan