makanan terenak di dunia menurut unesco

Pengantar

Halo, selamat datang di kontent.co.id! Hari ini, kita akan menjelajahi dunia kuliner yang luar biasa dan menemukan makanan terenak di dunia, sebagaimana diakui oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). UNESCO telah mengakui beberapa hidangan kuliner tradisional sebagai Warisan Budaya Takbenda, mengabadikan warisan budaya yang berharga dan keragaman kuliner yang kaya.

Proses penunjukan oleh UNESCO didasarkan pada kriteria ketat, memastikan bahwa makanan tersebut memiliki nilai budaya, sosial, atau historis yang luar biasa. Penunjukan ini bukan hanya pengakuan atas hidangan itu sendiri, tetapi juga pengakuan atas komunitas, keterampilan, dan tradisi yang terlibat dalam mempersiapkan dan menikmati makanan tersebut.

Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa makanan terenak di dunia menurut UNESCO, meneliti akar budayanya, teknik memasak yang unik, dan dampaknya terhadap masyarakat. Kita juga akan mengeksplorasi kelebihan dan kekurangan dari makanan-makanan ini, memberikan wawasan tentang nilai gizi, keberlanjutan, dan implikasi sosial mereka.

1. Pizza Napoletana (Italia)

Pizza Napoletana, simbol kuliner Italia, diakui oleh UNESCO pada tahun 2017 sebagai Warisan Budaya Takbenda. Hidangan ini terdiri dari adonan tipis dan kenyal yang dipanggang dengan kayu, dilapisi dengan saus tomat, keju mozzarella segar, dan beberapa topping lainnya.

Kelebihan:

Pizza Napoletana terkenal karena rasanya yang seimbang, dengan adonan yang renyah di luar dan lembut di dalam, dipadukan dengan saus tomat asam dan keju mozzarella yang meleleh. Resep tradisionalnya yang ketat menjamin kualitas dan keasliannya.

Selain kenikmatannya, pizza juga merupakan makanan yang relatif mudah dan terjangkau untuk dibuat, menjadikannya hidangan yang populer di seluruh dunia. Nilai gizinya dapat bervariasi tergantung pada topping yang digunakan, tetapi biasanya mengandung karbohidrat, protein, dan lemak dalam jumlah sedang.

Kekurangan:

Salah satu kelemahan Pizza Napoletana adalah kalori dan kandungan lemaknya yang cukup tinggi, terutama jika diisi dengan banyak keju dan topping berlemak. Selain itu, pembuatannya yang menggunakan bahan-bahan segar dan proses yang rumit dapat membatasi ketersediaannya di luar daerah asalnya.

2. Sushi (Jepang)

Sushi, hidangan ikonik Jepang, diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2013. Ini adalah sajian beras yang dimasak dengan cuka yang dibentuk menjadi gulungan, bola, atau nigiri (nasi yang di atasnya diberi ikan mentah atau dimasak).

Kelebihan:

Sushi terkenal dengan kesegaran dan kesederhanaannya, menampilkan rasa halus dari ikan mentah, nasi berbumbu, dan rumput laut. Ini adalah makanan yang sangat bergizi, kaya akan protein, karbohidrat kompleks, dan asam lemak omega-3.

Berbagai jenis sushi yang hampir tak ada habisnya memberikan pengalaman kuliner yang bervariasi, dari sashimi (ikan mentah) hingga makimono (gulungan sushi). Proses persiapannya yang terampil dan seni penyajiannya yang indah telah menjadikannya hidangan yang dicari-cari di seluruh dunia.

Kekurangan:

Salah satu kelemahan sushi adalah kandungan merkurinya yang potensial, terutama dari jenis ikan tertentu yang digunakan dalam sushi. Selain itu, ketergantungannya pada ikan mentah dapat menimbulkan risiko keamanan pangan jika ikan tersebut tidak ditangani dan disiapkan dengan benar.

3. Tacos (Meksiko)

Tacos, makanan jalanan Meksiko yang ikonik, diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2010. Hidangan ini terdiri dari tortilla jagung atau gandum yang lembut diisi dengan berbagai bahan seperti daging, ikan, sayuran, dan salsa.

Kelebihan:

Tacos dikenal karena rasanya yang semarak dan penuh cita rasa, memadukan tekstur renyah tortilla, kesegaran isian, dan rasa pedas salsa. Ini adalah makanan yang sangat serbaguna, memungkinkan berbagai kombinasi bahan untuk menyesuaikan rasa setiap taco.

Tacos juga merupakan makanan yang relatif terjangkau dan mudah dibuat, menjadikannya pokok dari masakan Meksiko dan hidangan yang populer di seluruh dunia. Nilai gizi mereka bervariasi tergantung pada bahan yang digunakan, tetapi umumnya mengandung karbohidrat, protein, dan serat.

Kekurangan:

Salah satu kelemahan tacos adalah kandungan kalori dan lemaknya yang tinggi, terutama jika diisi dengan daging berlemak dan keju. Selain itu, kerang tortilla yang lembut dapat mudah terurai, yang bisa jadi sulit untuk dimakan dengan rapi.

4. Pad Thai (Thailand)

Pad Thai, hidangan mie Thailand yang populer, diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2019. Hidangan ini terdiri dari mie beras yang ditumis dengan saus ikan yang harum, gula aren, dan berbagai bahan seperti udang, ayam, atau sayuran.

Kelebihan:

Pad Thai terkenal karena rasanya yang unik dan seimbang, memadukan rasa manis, asam, asin, dan pedas. Mie beras yang kenyal dan sausnya yang harum menciptakan pengalaman kuliner yang memuaskan.

Selain rasanya yang nikmat, Pad Thai juga merupakan makanan yang relatif sehat, mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan berbagai vitamin dan mineral. Hidangan ini juga mudah disiapkan dan tersedia secara luas di restoran dan warung makan Thailand.

Kekurangan:

Salah satu kelemahan Pad Thai adalah kandungan sodiumnya yang cukup tinggi, karena penggunaan saus ikan sebagai bumbu utama. Selain itu, penggunaan gula aren dapat meningkatkan kandungan gula pada hidangan ini.

5. Biryani (India)

Biryani, hidangan nasi campuran India yang kaya, diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2016. Hidangan ini terdiri dari nasi yang dimasak dengan rempah-rempah, daging, dan sayuran dalam pot tertutup yang disegel.

Kelebihan:

Biryani terkenal karena aromanya yang harum dan rasanya yang kompleks, memadukan rempah-rempah India yang khas dengan nasi yang dimasak dengan sempurna.